Apa Itu Katoda dan Anoda? Sel volta terdiri dari 2 elektroda, yaitu anoda (Zn) dan katoda (Cu). Sel volta anoda bermuatan negatif, dan sel volta katoda bermuatan positif. Gambar: rangkaian sel Volta (Sumber: https://www.quipper.com) Nah, sel volta terdiri dari 4 bagian yaitu: Voltmeter, Jembatan Garam, Anoda, dan Katoda. Voltmeter: komponen yang berfungsi menentukan besarnya potensial pistrik atau tegangan listrik yang dihasilkan. Jembatan Garam (Salt Bridge): komponen yang berfungsi untuk menjaga kenetralan muatan listrik pada larutan. Jembatan garam terdiri dari senyawa Na2SO4. Anoda (Elektroda Negatif): tempat terjadinya reaksi oksidasi (penglepasan elektron). Logam yang dipakai pada anoda di gambar adalah Zn (seng). Katoda (Elektroda Positif) : tempat terjadinya reaksi reduksi (penangkapan elektron). Logam yang dipakai pada katoda di gambar adalah Cu (tembaga). Elektroda adalah benda yang digunakan sebagai penghantar arus listrik (konduktor). Tembaga, seng, timah hitam, besi, nikel...
Apa contoh sel Volta dalam kehidupan sehari-hari? Kegunaan Sel Volta Dalam kehidupan sehari-hari, arus listrik yang dihasilkan dari suatu reaksi kimia dalam sel volta banyak kegunaannya, seperti untuk radio, kalkulator, televisi, kendaraan bermotor, dan lain-lain.Sel volta dalam kehidupan sehari-hari ada dalam bentuk berikut. 1. Sel Baterai Baterai Biasa Gambar: Baterai biasa atau baterai kering (Sumber: https://pixabay.com) Baterai yang sering kita gunakan disebut juga sel kering atau sel Lecanche. Dikatakan sel kering karena jumlah air yang dipakai sedikit (dibatasi). Sel ini terdiri atas: Anode : Logam seng (Zn) yang dipakai sebagai wadah. Katode : Batang karbon (tidak aktif). Elektrolit : Campuran berupa pasta yang terdiri dari MnO2,NH4Cl, dan sedikit air. Reaksi: Anode : Zn(s) —>Zn2+(aq) + 2 e– Katode :2 MnO2(s) + 2 NH4+(aq) + 2 e–—>Mn2O3(s) + 2 NH3(g) + H2O(l) Baterai Alkaline Gambar: Baterai alkaline (Sumber: https://media.istockphoto.com) Pada baterai alkaline d...
Deret Volta Unsur-unsur yang disusun berdasarkan urutan potensial elektroda standar membentuk deret yang dikenal sebagai deret keaktifan logam atau deret Volta . Gambar: Deret keaktifan logam (Sumber: https://www.kimia100.com) Makin ke kiri : E° makin kecil, mudah dioksidasi, reduktor makin kuat, logam makin reaktif. Makin ke kanan : E° makin besar, mudah direduksi, oksidator makin kuat, logam kurang reaktif. Kegunaan Deret Volta 1. Untuk menentukan sifat oksidator dan reduktor Semakin kecil nilai E°, maka sifat reduktor semakin kuat dan sifat oksidator semakin lemah. 2. Menentukan logam mana yang dapat bereaksi dengan H2O menghasilkan gas H2. Logam yang memiliki E° lebih kecil dari E° H2O maka dapat bereaksi Logam yang memiliki E° lebih besar dari E° H2O maka tidak dapat bereaksi Contoh : 2 Na (s) + 2 H2O (l) → 2 NaOH (aq) + H2 (g) (dapat bereaksi karena E° Na < E° H2O) Pb (s) + H2O (l) → (tidak dapat bereaksi karena E° Pb > E° H2O) 3. Menentu...
Komentar
Posting Komentar